حَدَّثَنَا مُوسَى، - يَعْنِي ابْنَ إِسْمَاعِيلَ - حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، - يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ - عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ، رضى الله عنها : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ بِسَبْعٍ أَوْ كَمَا قَالَتْ، وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ، وَرَكْعَتَىِ الْفَجْرِ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ .
Telah menceritakan kepada kami [Musa yaitu Ibnu Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Hammad yaitu Ibnu Salamah] dari [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Aisyah] radliallahu 'anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengerjakan shalat malam tiga belas raka'at, beserta witirnya sembilan raka'at atau sebagaimana di katakan oleh Aisyah, dan beliau mengerjakan dua raka'at dengan duduk, dan dua raka'at fajar antara adzan dan Iqamah
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Hushain] dari [Habib bin Abu Tsabit]. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Hushain] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Muhammad bin Ali bin Abdullah bin 'Abbas] dari [ayahnya] dari [Ibnu Abbas] bahwa dia pernah tidur di samping Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka dia melihat beliau bangun (malam) lalu bersiwak dan berwudlu', lalu beliau mengucapkan; "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi…" hingga akhir ayat, setelah itu mengerjakan shalat dua raka'at, dalam dua raka'at tersebut, beliau panjangkan berdirinya, ruku'nya dan sujudnya. Selesai shalat beliau tidur hingga mendengkur. Beliau kerjakan hal itu hingga tiga kali, yaitu enam raka'at. setiap kali hendak shalat, beliau bersiwak lalu berwudlu dan membaca beberapa ayat. Kemudian beliau shalat witir tiga raka'at. Setelah itu Mu'adzin datang, lalu beliau keluar untuk mengerjakan shalat (subuh)." Ibnu 'Isa mengatakan; "…kemudian beliau mengerjakan witir, lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan shalat ketika fajar telah terbit, kemudian beliau mengerjakan dua raka'at (sunnah) fajar. Setelah itu beliau keluar untuk mengerjakan shalat -lalu hadits keduanya sepakat pada kalimat- sambil mengucapkan: "Allahummaj'al fii qalbii nuuran, waj'al fii lisaani nuuran, waj'al fii basharii nuuran, waj'al khalfii nuuran, wa amaami nuuran, waj'al min fauqii nuuran wa min tahtii nuuran, Allahumma wa a'dzim lii nuuran (Ya Allah, jadikanlah dalam hatiku cahaya, jadikanlah dalam lisanku cahaya, jadikanlah dalam pendengaranku cahaya, jadikanlah dalam penglihatanku cahaya, jadikanlah di belakangku cahaya, jadikanlah di depanku cahaya, jadikanlah di atasku cahaya, jadikanlah di bawahku cahaya. Ya Allah, agungkanlah untukku cahaya." Telah menceritakan kepada kami [Wahb bin Baqiyah] dari [Khalid] dari [Hushain] seperti hadits di atas, dia berkata; "Wa a'dzim lii nuuran (dan agungkanlah untukku cahaya)." Abu Daud berkata; "Demikian pula yang di katakan [Abu Khalid Ad Dalalani] dari [Habib] dalam permasalahan ini, demikian pula dia berkata dalam hadits ini, [Salamah bin Kuhail] berkata; dari [Abu Risydin] dari [Ibnu Abbas]
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Ashim] telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Muhammad] dari [Syarik bin Abdullah bin Abu Namir] dari [Kuraib] dari [Al Fadl bin Abbas] dia berkata; "Aku pernah bermalam di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk melihat bagaimana cara beliau shalat (malam). Maka (aku melihat) beliau bangun lalu berwudlu' dan shalat dua raka'at. (lama) beliau berdiri sama seperti ruku' dan sujudnya. Setelah itu beliau tidur, kemudian beliau bangun lagi, lalu berwudlu dan bersiwak, kemudian beliau mengucapkan lima ayat dari surat Ali Imran, yaitu; "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang…" (QS Ali Imran; 190), beliau selalu mengerjakan perbuatan ini, sehingga beliau mengerjakan shalat sepuluh raka'at, kemudian beliau bangun dan mengerjakan shalat satu raka'at sebagai witirnya. Setelah seorang Muadzin menyerukan adzan, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan mengerjakan shalat dua raka'at yang ringan, kemudian beliau duduk hingga tiba shalat subuh." Abu Daud berkata; "Aku tidak jelas sebagian (riwayat) dari Ibnu Basyar
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Qais Al Asadi] dari [Al Hakam bin 'Utaibah] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Aku pernah bermalam di rumah bibiku Maimunah, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang setelah waktu sore tiba, maka beliau bersabda: "Apakah anak ini sudah shalat?" mereka menjawab; "Ya, sudah." Kemudian beliau berbaring, setelah malam berlalu sebagaimana yang Allah kehendaki, beliau bangun, berwudlu' kemudian shalat tujuh atau lima raka'at dengan shalat witirnya, beliau tidak salam kecuali di raka'at terakhir (raka'at ke tujuh atau ke lima)