Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah Al Asyja'i] dari [Ats Tsauri] dari [Utsman bin Al Mughirah Ats Tsaqafi] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Ali bin 'Alqamah Al Anmari] dari [Ali bin Abu Thalib], ia berkata; tatkala turun ayat: "Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu." (QS.Almujadilah 12), Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Bagaimana pendapatmu dengan satu dinar?" Saya katakan; mereka tidak akan mampu. Beliau berkata: "Setengah dinar?" saya katakan; mereka tidak akan mampu. Beliau berkata: "Berapa?" Saya katakan; seberat satu biji gandum. Beliau mengatakan: "Sungguh engkau adalah orang yang remeh temeh." Ali berkata; kemudian turunlah ayat: "Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Almujadilah 13), Ali berkata; karenaku Allah memberikan keringanan kepada umat ini. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib, sesungguhnya kami mengetahuinya dari sisi ini. Sedangkan makna perkataannya; sya'irah yaitu seberat satu biji gandum dari emas. Abu Al Ja'd namanya adalah Rafi
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Syaiban] dari [Qatadah] telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] bahwa seorang Yahudi datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam serta para sahabatnya kemudian mengatakan; As Saamu 'alaikum. Kemudian orang-orang menjawab. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Tahukah kalian apa yang ia katakan ini?" Mereka berkata; Allah dan RasulNya lebih mengetahui wahai Nabi Allah. Beliau berkata: "Tidak, akan tetapi ia mengatakan demikian dan demikian, tolong ringkuslah si yahudi itu kepadaku." Kemudian mereka pun meringkus si yahudi dan diseret ke hadapan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Beliau menginterogasinya dengan bertanya: "Apakah engkau mengatakan; As Saamu 'alaikum?" (kematian untuk kalian)? Ia berkata; ya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata di saat itu: "Apabila salah seorang dari ahli kitab mengucapkan salam kepada kalian maka katakan; 'alaika maa qulta." (bahkan untuk mu yang kau ucapkan itu) Beliau membaca ayat: "Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan ditentukan Allah untukmu." (QS. Almujadilah 8), Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar radliallahu 'anhuma], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membakar pohon kurma Bani An Nazhir, dan menebanginya dan pohon tersebut ada di Al Buwairah. Kemudian Allah menurunkan ayat: "Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik." (QS. Alhasyr 5), Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Muhammad Az Za'farani] telah menceritakan kepada kami ['Affan bin Muslim] telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Ghiyats] telah menceritakan kepada kami [Habib bin Abu 'Amrah] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] mengenai firman Allah 'azza wajalla: "Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik." (QS.Alhasyr 5), Beliau bersabda: Maksud Allinah adalah pohon kurma. Dan maksud untuk menghinakan orang-orang fasik ialah"Para sahabat menurunkan mereka dari benteng-benteng mereka." Ibnu Abbas berkata; dan mereka diperintahkan agar memotong pohon kurma. Kemudian mereka merasa ragu, lalu orang-orang muslim berkata; kami telah memotong sebagian dan membiarkan sebagian, sungguh kami akan bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; apakah kami mendapatkan pahala pada apa yang telah kami tebang? Dan apakah kami mendapatkan dosa atas apa yang kami biarkan? Kemudian Allah ta'ala menurunkan ayat: "Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik." (QS.Alhasyr 5), Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib, dan sebagian mereka meriwayatkan hadits ini dari Hafsh bin Ghiyats dari Habib bin Abu 'Amrah dari Sa'id bin Jubair secara mursal, dan belum menyebutkan padanya dari Ibnu Abbas. Telah menceritakan kepadaku hal tersebut [Abdullah bin Abdur Rahman] telah menceritakan kepada kami [Harun bin Mu'awiyah] dari [Hafsh bin Ghiyats] dari [Habib bin Abu 'Amrah] dari [Sa'id bin Jubair] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam secara mursal. Abu Isa berkata; Muhammad bin Isma'il telah menyebutkan dariku
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Fudhail bin Ghazwan] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] bahwa seorang laki-laki dari kalangan anshar bermalam dengan kedatangan seorang tamu sementara ia tidak memiliki makanan kecuali makanan untuk anak-anaknya. Kemudian ia berkata kepada isterinya; tidurkan anak-anak tersebut, dan matikan lampu serta hidangkan apa yang engkau miliki kepada tamu tersebut. Kemudian turunlah ayat ini: "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan." (QS. Alhasyr ayat 9), hadits ini adalah hadits hasan shahih
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amr bin Dinar] dari [Al Hasan bin Muhammad yaitu Al Hanafiyyah] dari ['Ubaidullah bin Abu Rafi'], ia berkata; saya mendengar [Ali bin Abu Thalib] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengutus kami yaitu saya, Az Zubair, dan Al Miqdad bin Al Aswad. Beliau berkata: "Pergilah hingga kalian sampai di lokasi yang namanya Raudhah Khakh, karena sesungguhnya padanya terdapat seorang wanita yang membawa sepucuk surat lalu ambillah darinya dan datangkan kepadaku." Kemudian kami keluar dan kuda kami berlari kencang hingga kami sampai pada Raudhah Khah, dan ternyata kami menjumpai seorang wanita, lalu kami mengatakan; keluarkan surat tersebut! Kemudian wanita tersebut mengatakan; aku tidak membawa surat. Lalu kami mengatakan; sungguh engkau mengeluarkan surat tersebut atau engkau melepas pakaianmu! Ali berkata; kemudian wanita tersebut mengeluarkan surat tersebut dari rambut kepangnya (Sanggul, gelung). Ali berkata; kemudian kami meringkus wanita itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ternyata surat tersebut dari Hathib bin Abu Balta'ah kepada orang-orang musyrik di Mekkah, ia mengabarkan kepada mereka sebagian urusan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian beliau berkata: "Apa ini wahai Hathib?" Hathib berkata; jangan terburu menghukumku wahai Rasulullah! Sesungguhnya dahulu aku adalah orang yang tinggal di antara orang-orang Quraisy dan bukan dari cucu keturunan mereka, sementara orang-orang yang bersamamu dari kalangan muhajirin memiliki kerabat yang dengan kekerabatan tersebut mereka melindungi keluarga dan harta mereka di Mekkah. Dan aku ingin, disaat aku tidak memiliki nasab pada mereka ini, untuk memberi suatu jasa yang dengannya mereka dapat mempertahankan hubungan kekerabatanku, dan aku melakukan hal itu bukan lantaran aku kafir serta keluar dari agamaku dan bukan lantaran ridha dengan kekafiran setelah datangnya Islam. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: ia benar. Lalu Umar bin Al Khathab radliallahu 'anhu berkata; biarkan aku memenggal leher orang munafik ini wahai Rasulullah! Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Sesungguhnya ia telah mengikuti perang Badr, tahukah kamu kemungkinan Allah telah melihat kepada Ahli Badr dan berkata: "Lakukan sesuka kalian, sungguh Aku telah mengampuni dosa kalian?." Ali berkata; kemudian turunlah surat ini mengenai Hathib bin Abu Balta'ah: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia." (QS. Almumtahanah 1), 'Amr berkata; setahuku, Ibnu Abu Rafi' adalah sekretaris Ali bin Abu Thalib. Hadits ini adalah hadits hasan shahih, dan padanya dari Umar dan Jabir bin Abdullah, dan tidak hanya satu orang telah meriwayatkan hadits ini dari Sufyan bin 'Uyainah seperti ini. Dan mereka menyebutkan dengan redaksi ini: sungguh akan engkau keluarkan surat tersebut atau engkau lepas pakaianmu! Dan telah diriwayatkan juga dari [Abu Abdur Rahman As Sulami] dari [Ali] seperti hadits ini, sebagian mereka menyebutkan padanya: sungguh engkau mengeluarkan surat tersebut atau kami akan melucuti pakaianmu
Hadis 3306 — Jami At Tirmidhi 47:358
SahihSahihHasan SahihSahih - Agreed Upon
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَمْتَحِنُ إِلاَّ بِالآيَةِ الَّتِي قَالَ اللَّهُ : (إذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ ) الآيَةَ . قَالَ مَعْمَرٌ فَأَخْبَرَنِي ابْنُ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَدَ امْرَأَةٍ إِلاَّ امْرَأَةً يَمْلِكُهَا . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Abdur Razzaq] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Aisyah], ia berkata; tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menguji kecuali dengan ayat yang telah Allah firmankan yaitu: "Apabila telah datang kepadamu para wanita mukmin yang membai'atmu...." (QS. Almumtahanah 12), [Ma'mar] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Thawus] dari [ayahnya], ia berkata; tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak menyentuh tangan seorang wanita kecuali wanita yang beliau miliki akadnya (isterinya). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abdullah Asy Syaibani], ia berkata; saya mendengar [Syahr bin Hausyab] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ummu Salamah Al Anshariyyah] berkata; seorang wanita berujar kepada Rasulullah; "Apakah kebajikan yang tidak layak untuk kami durhakai? Beliau bersabda: "Janganlah kalian menangis dengan meratap." Aku katakan; "Wahai Rasulullah, Bani Fulan telah ikut serta meratap atas kematian pamanku, dan aku harus membalas budi baik mereka. Rupanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menolak permohonanku, kemudian aku mendatangi beliau beberapa kali, lalu beliau mengizinkanku untuk membalas mereka, dan tidak melakukan ratapan lagi setelah membalas mereka, tidak pula atas selain pamanku hingga saat ini. Tidak ada seorang wanitapun selainku melainkan ia telah melakukan ratapan. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. Dan padanya dari Ummu 'Athiyyah radliallahu 'anha. 'Abdu bin Humaid berkata; Ummu Salamah Al Anshariyyah adalah Asma` binti Yazid bin As Sakan
Telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Syu'aib] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf Al Firyabi] telah menceritakan kepada kami [Qais bin Ar Rabi'] dari [Al Agharr bin Ash Shabbah] dari [Khalifah bin Hushain] dari [Abu Nashr] dari [Ibnu Abbas] mengenai firman Allah ta'ala: "Apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka."(QS. Almumtahanah 10), Ia berkata; seorang wanita apabila datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk masuk Islam beliau menyumpahnya dengan nama Allah untuk mengatakan; aku tidak akan keluar (rumah) hanya karena kemarahan suamiku, aku tidak keluar rumah kecuali karena alasan mencintai Allah dan RasulNya. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdur Rahman] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Katsir] dari [Al Auza'i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] dari [Abdullah bin Salam], ia berkata; kami beberapa orang dari sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian kami saling berbincang-bincang, kami berkata; Duh seandainya kami mengetahui amalan apakah yang paling dicintai Allah ta'ala niscaya kami akan mengamalkannya. Kemudian Allah ta'ala menurunkan ayat: "Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.(QS. Ashshaff; 1-2), Abdullah berkata; kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakannya kepada kami. Abu Salamah berkata; kemudian Ibnu Salam membacakannya kepada kami. Yahya berkata; kemudian Abu Salamah membacakannya kepada kami. Ibnu Katsir berkata; kemudian Al Auza'i membacakannya kepada kami dan Muhammad membacakannya kepada kami. Abdullah berkata; kemudian Ibnu Katsir membacakannya kepada kami. Abu Isa berkata; Muhammad bin Katsir telah diselisihi dalam sanad hadits ini dari Al Auza'i. dan [Ibnu Al Mubarak] telah meriwayatkan dari [Al Auza'i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Hilal bin Abu Maimunah] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Abdullah bin Salam] atau dari [Abu Salamah] dari [Abdullah bin Salam]. Dan [Al Walid bin Muslim] telah meriwayatkan hadits ini dari [Al Auza'i] seperti riwayat Muhammad bin Katsir